Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Desember 2014

College: Bukan Apa-Apa

3

Sekarang saya sedang mendengarkan lagunya Sungha Jung yang Songbird, dari album Irony.
Bagus sih! Namun, bukan itu yang akan kita semua bicarakan kali ini.
Sebelumnya, saya minta maaf karena telah telaaat banget posting blog lagi. :”
Harusnya kan sebulan satu posting, tapi, ini baru Desember saya bisa posting lagi.
Maafkaan!

Banyak hal yang ingin saya bicarakan, banyak hal yang saya ingin ceritakan, terutama kisah sedih pilu tragis mengenaskan tapi patut untuk ditertawakan selama saya jadi mahasiswa baru untuk yang kedua kalinya….

Saya punya teman, satu-satunya teman dekat saya selama menjalani alam liar di FK…. Dia aneh dan kadang saya berpikir saya ini aneh, tapi ternyata dia lebih aneh lagi, dan saya belum siap untuk menceritakan dia secara lebih profundus (tssaaaaah! Bahasaku, ya Tuhan!). Mungkin karena sesama makhluk aneh dan introverted, jadinya klop! Maaf, pembaca, saya tidak sanggup untuk menceritakan dia lebih lanjut.

Saya juga punya satu (seorang, maksudnya) dosen, masih muda (baca: 29 tahun), masih single and available (amin), kalo jalan cepet dan lurus, oriental, jenius, kukunya bagus, namanya dr. OTKP, M.Sc. Ingin kuceritakan kisahku bersama dokter itu di sini, tapi…. Hmm…. Setiap kali di Lab. Anatomi, setiap kali dokternya membuka lapak kuliah umum…. Pasti aku gak bisa merapat..
Aku sana, dokternya pindah tempat….
Aku di sini, dokternya memunggungiku,
Aku balik badan, dokternya migrasi lagi….
Aku menyusulnya, aku terdesak oleh lautan manusia,
Pada akhirnya, yasudahlah, belajar sendiri aja.

Jadi, bagaimana bisa aku berinteraksi dengannya? :””
Ada tiga cara:
  1. Jadi jajaran yang paling pinter
  2. Jadi jajaran underground yang hobi bikin masalah
  3.  Jadi anggota PMK

Kabar ‘baik’-nya, saya tidak termasuk salah satu dari tiga golongan tersebut. Dan, nilai UTS 88 bukan jadi jaminan supaya bisa dikirim message LINE oleh dokternya. L L L

Am I crazy or falling in love?
Is it really just another crush?
Do you catch a breath when I look at you?
Are you holding back like the way I do?
-Crush, David Archuleta (tentu saja bukan tentang dr. OTKP)

Biarkanlah kumiliki dirimu, walau hanya di dalam mimpi. Kalau katanya JKT48.
Tentu saja saya tidak berharap untuk menyukai dokter itu…. -_-

Kamis ini, saya akan ujian CBT Biomedical Sciences IIB dan sekaligus ujian praktiknya, kabar ‘baik’-nya lagi, ujian praktiknya adalah praktikum anatomi makros. 

Kira-kira, di UTS2 ini dan UAS juga, bersediakah dr. OTKP, M.Sc mengirim sebuah pesan LINE berisi kata “Selamat” bagiku? Adakah kesempatan bagiku untuk dikirimi secercah kata Selamat langsung dari dr. OTKP ganteng itu?

Baiklah, harusnya saat ini saya belajar, bukan blogging!
Oke, satu kata mutiara buat hari ini!

You must be the change you want to see in this world.
-Mahatma Gandhi 

3.27 p.m
Malang, home sweet home.

Kamis, 11 September 2014

Jurnal Remaja Labil: Today, I should be reviewing Bioethics and Medical Laws

0
Jurnal Remaja Labil: Harusnya Hari Ini Saya Me-review Bioetika dan Hukum Kedokteran

Well, I’ve had the best day, with you, today.
-Taylor Swift, The Best Day

Ya, harusnya hari ini, malam ini juga saya me-review dan membaca kembali catatan Bioetika dan Hukum Kedokteran yang tadi pagi diberikan oleh professor saya, mengenai jenis-jenis kematian hingga konflik euthanasia dan surrogate mother.
Ya, harusnya saya saat ini sudah berfokus untuk belajar mengenai pelajaran esok hari, tentang Bahasa Inggris dan Dasar-Dasar Profesionalisme.
Harusnya saya sudah melupakan , bukan, saya harusnya sudah bisa bergerak dari Kimia menjadi Kedokteran. Harusnya saya sudah fokus pada studi saya di program studi yang baru ini, bukan terus-menerus terpikirkan dan penasaran dengan segala pelajaran dan kuliah di Kimia. Harusnya.... Sekali lagi, harusnya.
Namun, nyatanya? Di sinilah saya, saat ini,menulis catatan yang bahkan saya bingung mendeskripsikan catatan macam apa ini.
Playlist hari ini adalah album Fearless-nya Taylor Swift.
Tadi pagi, saat di kelas, saya ditelfon oleh Ibuk saya. Saya lupa bagaimana detailnya, tapi saya ingat saya hampir menangis setelah mendengar beberapa kalimat berikut.
“Capek tah, Nduk? Capek banget a sekolah di situ? Kamu yang sabar ya.... Memang sudah begitu jalannya”.

Jumat, 05 September 2014

Jurnal Remaja Labil: At Last.... This is the Way I’ve Choosen

0
Pada Akhirnya.... Jalan Inilah yang Kupilih

                Musim panas tahun lalu, setelah kegagalan bertubi-tubi dan putus asa yang cukup mendalam, akhirnya saya mendaftar pada program studi Kimia. Mengapa saya memilih Kimia? Karena saya yakin 100% saya akan diterima.
                Memangnya, kegagalan apa saja sih yang telah saya terima? Bahkan sekarang saya tidak yakin apakah hal tersebut benar-benar suatu murni kegagalan, karena tanpanya, saya tidak akan pernah bisa bertemu dengan makhluk-makhluk aneh bin ajaib tapi menyenangkan, makhluk yang saya sebut kawan.
                Jujur saja, ketika di SMA dulu, saya pikir saya bukan termasuk tipikal siswa dengan nilai menengah-bawah, walaupun saya tidak selalu mendapatkan paralel satu, tapi saya juga tidak pernah mendapatkan paralel tiga. Namun, segalanya mulai runtuh ketika pendaftaran perguruan tinggi negeri dibuka. Saya tidak lolos pada SNMPTN! Padahal, teman saya, yang tidak pernah paralel, yang bahkan saya tidak tahu wajahnya bagaimana, yang bahkan nilai ujian nasionalnya cukup di bawah standar, yang bahkan Dells saja kurang tahu orangnya yang mana, dia lolos SNMPTN di Kedokteran Umum, UA!!!!! Sedangkan saya, dan teman-teman saya yang paralel-paralel itu, gagal semua dalam SNMPTN ini. Bagaimana hati ini gak nyesek, coba??? SAKITNYA TUH DI SINI! *tunjuk jantung

A Piece of “Cosmos: A Spacetime Odyssey, Unafraid of the Dark”

0


                Cosmos: A Spacetime Odyssey is a tv programme hosted by the well-known astrophysicist Neil deGrasse Tyson for National Geographic Channel and FOX. This programme is inspired by the former Cosmos: A Private Voyage by Carl Sagan. Here is the piece of the last episode, the most trembling part, 13th episode, of Cosmos: A Spacetime Odyssey season one. It is truly highly extremely recommended to watch. That’s it. Watch it.

-Neil deGrasse Tyson-
How long is a billion years?
If you can press all the time since the Big Bang, the explosive birth of the universe, into a single Earth year, a billion years is about one month of that year.
What was happening on Earth a billion years ago?

Selasa, 08 Juli 2014

NgOK: Waktu-Waktu Bolos yang Baik dan Benar

0

[Ehhem, mulai saat ini, insyallah, penulis akan berusaha menggunakan EYD. Sekian.]

            Setelah dua semester terlampaui, penulis baru menyadari beberapa hal, salah satu di antaranya yang penting adalah bolos kuliah, one day off begitulah. Hal penting yang saya sadari akan bolos kuliah adalah pentingnya melakukan aksi bolos, tentu saja dalam kadar sewajarnya. Ketika pikiran sudah mulai jenuh dengan rutinitas kuliah yang begitu-begitu saja pun kerasnya hidup di perkuliahan, itulah saatnya kita mengambil satu hari libur, benar-benar off dari pemikiran kuliah untuk sementara waktu. Untuk menyegarkan kembali pikiran kita yang saturatedJ
            Tiap-tiap matakuliah ada jatah satu kali bolos sepertinya oke. Hehe…. Tidak berlebihan kok, karena setahu saya, terdapat syarat kehadiran minimum supaya dapat mengikuti ujian. Misalnya, di UB, kehadiran minimumnya adalah delapanpuluh persen untuk masing-masing matakuliah. Daripada kita masuk kuliah dalam keadaan otak yang terlalu suntuk dan jenuh, lebih baik kita sekalian bolos saja. Benarkan?

Minggu, 29 Juni 2014

NgOK: Things You Must Possess if You’re Chemistry Student

0

         
            Hola! Bertemu lagi dalam Catatan Ngasal: Ngampus Oke a.k.a NgOK. Penulis adalah sosok mahasiswa departemen kimia di salah satu universitas negeri yang terkenal akan mahalnya, di Indonesia sini sih. Oleh karena itu, penulis dengan gagah berani nan bersahaja menulis catatan ini. Maaf, penulis agak blibet sama pemilihan diksi, mangkanya nilai Bahasa Indonesia-ku cuma B+. -,.-“
Yep!! Benda-benda yang harus kamu miliki jika kamu adalah seorang mahasiswa kimia! Walaupun ini gak bisa membuat IP-mu 4.00, kecuali jika elu belajar dan memahami dengan baik segala pelajaran hidup yang dikasihkan dosen-dosenmu. Tapi ada sih, satu hal yang haqqul yakin dapat membuat IP, bahkan IPK-mu jadi 4.00! Jreng jreng!
E.L.E.C.T.R.O.N.
Yep! Kau gak salah baca, that’s ELECTRON!

Jurnal Remaja Labil: Susahnya Punya Tampang Pas-Pasan

0


Di sinetron atau drama mana pun, mau Jepang, Korea, atau malah opera sabun khasnya pertelevisian Indonesia, yang namanya cinta segitiga emang paling favorit top abis dah! Bagaimana egak? Kapan lagi tuh ada cewek yang galau gegara dua cowok yang duaduanya pula disukai sama ceweknya? Sadisnya lagi, kenapa tiap kali ada cinta segitiga gitu, ceweknya biasa-biasa aja (bahkan culun kadang), tapi cowok-cowoknya kece abis?? Kenapa cowok-cowoknya kudu yang kece berkilau bersinar? Kenapa mukanya mesti ganteng? Kenapa musti jadi bintang basket? Kenapa musti senior yang pinter terkenal pun juga jadi ketua osis? Kenapa? Kenapa??
            Deskripsi di atas tentu saja ala FTV Indonesia.
            Nah, di drama korea ama jepang jugak gak mau kalah! Si cewenya itu lhooo udah tua, tapi kenapa cowok satunya masih muda?? Udah muda, calon dokter, chaebol (anak orang kaya) pula! Nah, cowok satunya, udah sama-sama tua, tapi kenapa musti udah mapan, kece, dan berkarisma??

Rabu, 06 November 2013

Too Much Love Will Kill You

0


Dear u

I have nothing to say.  Just look at my eyes, then u’ll know every little things.
What can I do to make you love me
What can I do to make you care  
What can I say to make you feel this
What can I do to get you there

Well, penulis sedang menghadapi suatu problema (baca : galau mencapai limit). Lagi-lagi masalah yang (hampir) serupa dengan masalah beberapa tahun yang lalu. Yaps, apalagi kalo bukan PHP.
Sepertinya, PHP bukan lagi istilah yang populer untuk saat ini. Entahlah, mungkin mereka (para pengguna kata PHP)  mulai menyadari bahwa sesungguhnya ga ada yang namanya PHP!

Minggu, 18 Agustus 2013

Jurnal Remaja Labil: It All Began in Chaos*

0


                Penulis lagi baca-baca National Geographic Edisi July 2013 yang judulnyo Our Wild Wild Solar System…. Penulis sambil mengkeret-keret kayak orang kebelet pup lagi sok sok ngebaca artikel yang judulnya It All Began in Chaos, yang tiba-tiba jadi judul Unstable Teen’s Journal Indo Version ini…. Sumpah!! Itu kata-katanya pake English semua, penulis yang nilai TOEFL palsunya agak agak jongkok (klo terlalu kasar diserbu nungging) ini lagi galau. Anxious. Insecure. Uncomfortable. Begitulah….
                Oke, itu bener-bener gak penting. Mari kembali ke maksud awal catetan ini.
                Hari ini hari Senin tanggal 8 Juli 2013 jam 9.11. It’s gonna be a turnaround of our fate!! Today is the doomsday of SBMPTN Announcement!! Penulis lagi dag dig dug suer!! Rasa kebelet pup yang timbul tenggelam sejak tadi malam selalu menemaninya menunggu jam 17.00 Waktu Indonesia Barat…. Sambil dengerin lagunya Titi DJ yang judulnya Bahasa Kalbu (yang ternyata salah dunlut lagu -.-), penulis mengenyahkan rasa kebeletnya dengan …
                TUNGGU!!! Ada gempa Bumi barusan! Gempa Bumi tektonik, lumayan kenceng…. Penulis udah terlanjur ninggalin leptop, hape, baju, dan lain sebangsanya. Pas udah teriak ke Emak, “Buk! Lindu!”
                Emak berkata, “Endi seh, ho?”
                Hasht… wes kadung mbengok, ternyata gempanya cuma bentar.
                (Penulis capek ngomong penulis mulu, sekarang ganti aku)
                Aku mengenyahkan rasa kebelet itu dengan menulis catatan ini. Sudah satu tahun lebih aku vakum dari dunia tulis menulis, oleh karenanya, maaf  jika ini amat rumit dan morat-marit.
                Apaan sih SBMPTN itu? Singkat kata, ujian masuk perguruan tinggi negeri yang diselenggarakan secara nasional lewat jalur ujian tulis.
                Mengapa ini begitu penting hingga menjadi turnaround of fate?
                Di Indonesia ini, tingkatan pendidikan tinggi setelah SMA ya yang setidaknya paling menjamin untuk meningkatkan minat dan bakat adalah lewat Perguruan Tinggi Negeri. Walaupun tidak dipungkiri, PT Swasta juga bisa. Namun, bagi orang yang otaknya mirip otak orang kebanyakan dan pola pikirnya mirip pola mikir orang kebanyakan, perguruan tinggi negeri menjadi 1st priority! Ya gak?
                Gara-gara keinginan masuk PTN, seluruh jalur masuk ke sana dilalui! Mulai dari SNMPTN yang aku didepak olehya! Rawr!! Pas dikasih tau si Ayin ama si Vina klo akunya gak lolos. Jek biasaaaa, banget…. Nah! Pas keesokan harinya tak liat sendiri, dengan font Arial dan tinta warna merah,
                “Maaf, Anda tidak lolos SNMPTN 2013”
                Ya Allah Ya Tuhan! Itu rasanya…. Kayak dikaploki orang. S.a.k.i.t!
                Butuh seminggu lagi buat bisa ngelakuin apa yang orang katakan sebagai move on! Move on itu definisi buat aku adalah “berlapang hati akibat ditolak PTN idaman”. Hehehe….
                Minggu depannya, ada pendaftaran utulnya Polinema…. Pendaftaran saya lakukan secara sangat cepat dalam waktu sehari. Mencakup bolak – balik Kesamben – Kepanjen sendirian (Cuma ditemani sopir-sopir angkot Malang-Blitar-an berbagai macam rupa mungkin), dengan rincian:
·         Les matematika ama TPA di jalan sultan agung
·         Ke BNI46 depan Wava buat bayar pendaptaran
·         Ke wava buat nyari tau gimana caranya ngedapetin Surat Keterangan Tidak Buta Warna, ternyata dokter matanya baru buka jam 5 (salah mbak-mbak resepsionisnya agak sinis gimana gitcuh)
·         Pulang ke rumah istirahat bentar (itu udah jam 14.00 WIB klo gak salah)
·         Balik lagi ke Kepanjen, ke RS Wava Husada nyari tuh surat! Udah registrasi polikliniknya ruwet buanget, diumpan ke sana – sini, tenryata dokter matanya buka jam 7 malem!! Gembeeeeel! Akhirnya, sama tukang registrasinya disuruh ke dokter umum saja, okelah!
·         Antre, sambil pasang muka aku-bingung-mau-ngapain dan raut wajah yang berkata ini-gue-ada-dimana
·         Ke ruang dokternya, ternyata si dokternyo kagak punya buku tes buta warna! Akhirnya berduaan sama dokternya nunggu mbak perawat nyari tuh buku yang ternyata kekancingan di ruang praktiknya dokter mata.
·         Buku ketemu, gua dites buta warna, hasil normal. Keluar, langsung ke kasir. Trus pulang!
·         Hari udah lewat magrib, ane inget banget!
·         Langsung ke Green Net buat nyelesaiin pendaftaran! Jam 19.00 baru nyampe rumah! Langsung tewassss!
Hari tes yang ditunggu dateng! Ada 80 soal, MIPA dan BIND BIG…. Soal-soalnya model Ujian Nasional. Dan, saya bersyukur banget saya hanya meninggalkan 14 nomor tak terisi dengan sisanya yang saya haqqul yakin, benar! Terus tes scholastic yang kyak TPA. Agak blibet-blibet gimana gitu, soalnya tes itu menyentuh my Achilles heel, titik lemah saya, yaitu…. (jeng! Jeng!) Imaji Dimensi Tiga!
                Jadi, buat diantara kalian yang pengen membuat saya kalak sak klek! Skak mat! Cukup tes saya dengan hal-hal berbau Geometri Dimensi Tiga. Haqqul Yakin! Saya langsung kringeten dingin dan kebelet pup yang selalu timbul tapi gak tenggelam-tenggelam.
                Seminggu setelahnya, pengumuman muncul dan tahukah Anda apakah saya diterima atau ditolak?
                Diterima?
Ditolak?
Diterima?
Ditolak?
Diterima?
Ditolak?
Diterima?
Ditolak?
YEP!!!
DITOLAK! Ditolak, lagi. Saking desperate-nya, saking ngenessnya, buat nangis aja kagak sanggup…. Cuma bisa senyam-senyum gak genah, maklum, sarafnya udah rata-rada aus. Pas ditanya Della, “Awakmu gak diterimo kok malah seneng sehh?”
Aslinya mau ngejawab, “Aku wes gak isok nangis maneh, Dell”, tapi yang keluar malah, “Yo gapopo. Ate yokpo maneh cobak?”
Ditolak dua kali! Move on-pun juga harus dua kali! Hari itu langsung terbersit niat buruk, “Awas ae titit iku!! Kan kubuat kau menyesal telah mendepakku!!”
Tapi bagian otak kiri-ku yang agak-agak keren logikanya mengaplokku, “Arek gak genah! Yokpo carane awakmu ate bales dendam ho? Ketrimo PTN ae jek gagal terus.”
Niat buruk: “Ampun! Ampun! Ampun, Otak Kiri!”
Di poltek aja gagal, apalagi di SBMPTN? I sank in the abyss of despair.
Tapi, dengan dukungan makhluk – makhluk sekitar: ibuk, mas asli, mas palsu, adek yang kayak setan alas, temen – temen yang ada di dunia nyata…. My life goes on! Let’s conquer SBMPTN!
SBMPTN Hari Pertama! TPA dan TKDU!
TPA, cuma bisa jawab 52 nomer (belum dihitung klo ada yang salah). Lumayan optimis! Semangat SBM!
TKDU. Udah, gak usah ditanya lagi. Sulit sulit. Bisa lolos pilihan ke tiga aja udah keren.
Pas berangkat, badan senang jiwa riang! Semangaaat!
Pas pulang, Yu Pur, Dea, Dells, dan saya cuma bisa duduk-duduk melas di buk pinggir dalan depannya FKUB. Lamaaa banget. Lemesh abis nbgerjain TKDU! Udah jalannya macet mulu u.u
Nyegat GL jek sempet-sempetnya salah masuk! Katanya ke Kacuk, ternyata di sopir GL mau ke Tlogomas -_-
SBMPTN Hari Ke Dua! TKDST!
Udah, gausah diceritain. Intinya, angel.
Wuh! Ngetiknya udah dapet tiga lembar ternyata. Maaaf  ya….
Oke! Masa penantian, masa hibernasi, ato masa vacuum of power gara-gara nungguin  pengumuman SBMPTN AKAN SEGERA BERAKHIR, KAWAN!! Kurang enam jam lima puluh satu menit sejak aku selese nulis kalimat ini! Hehehe….
Semoga kita semua mendapatkan yang terbaik…. Dia akan selalu memberikan yang terbaik buat kita semua, bukan?
Kalaupun kita nanti tidak lolos, yakinlah, there will be a rainbow after a little rain. Habis gelap terbitlah terang! Oke, ngomong gini emang enak banget ya?? Hehe…. Maaf.
Kalau gak lolos, mau nangis? Yaudah, nangis aja! Daripada ngempet terus jadi jerawat.
Kalau gak lolos, mau mecahin barang? Yaudah! Pecahin aja, tapi pake gelas plastic ato piring plastic aja ya…. Inget, harga gelas yang asli tuh mahal.
Kalau gak lolos, mau mecahin kaca? Yaudah, jangan dilakuin! Jangan kayak di sinetron-sinetron deh pake sok sok mecahin kaca. Lu gak tau klo itu sakit? Lu gak tau klo lo bakalan dimarahin emak klo mecahin barang?
Intinya, kalo gak lolos…. Pegel boleh. Sakit boleh. Nyesek boleh. Tapi harus yang logis yaa…. Jangan merugikan diri sendiri dan orang lain. Lalu, setelah itu, MOVE ON! Masih ada jalur mandiri kan? Masih ada tahun depan! Masih ada kesempatan.
Kesempatan yang sama gak akan muncul dua kali, bro! Tapi, kesempatan gak cuma datang satu kali!
Nah, gimana klo lolos? Simple aja. JANGAN EUPHORIA!!! INGET! KAMU EMANG LOLOS, TAPI TEMENMU ADA (BANYAK) YANG GAK LOLOS! JADI JANGAN PAMER…. Kamu mungkin berpikir bahwa kata syukur yang kamu tuliskan di fesbuk sebagai bentuk syukurmu kepada Tuhan. Tapi, peeeeliiiiis, bro! Lu kgak sadar apa kalo tulisanmu itu menyayat hati yang lain. Mereka yang gak lolos juga pengen lolos. Mereka gak lolos bukan berarti gara-gara mereka gak ngelakuin yang terbaik, mereka JUGA TELAH MELAKUKAN YANG TERBAIK YANG MEREKA BISA! Mereka juga berusaha keras! Hanya saja keberuntungan lebih berpihak padamu. Jadi, jangan bikin mereka yang juga udah bekerja keras, yang lagi bersedih dan mengharu biru di kamarnya, makin depresi -_-
Kalo niatan berucap sukur, gaperlu digembar-gemborin lewat persbuk twitter dan dulur-dulurnya. Cukup kamunya bilang Alhamdulillah ke Tuhan… cukup kamunya sujud sukur dalam diam di kamarmu sendiri…. Cukup kamunya membagi kebahagiaanmu di kamar. Cukup kamunya tetap humble, tetap berendah hati tanpa showing off to your friends. Cukup kamunya berusaha untuk memanfaatkan keberuntungan yang diberikan Tuhan buat kamu sebaik-baiknya.
Tanpa kamu katakan pun, teman-temanmu semua tau apa yang udah kamu dapet.
Ngebet banget sih biar diakuin orang lain, huh??

Udah lembar ke lima. Penulis belum mandi sejak kemarin pagi. Hehe. Pantesan dari tadi ada bau-bau aneh yang mengudara. Maaf ya!
Penulis juga masih galau SMBPTN…. Semoga hari ini kita semua mendapatkan yang terbaik. Apapun hasilnya, senang susah gak apa-apa… Tapi setelah itu kita harus kembali normal.
Lord will give us all the best. Amen.
Aku  mandi dulu yaaa….

There is no foreign land; it is the traveller only that is foreign. –Robert Louis Stevenson
In the new story of the solar system, the future is a bit dicey, and….
It all began in chaos.
(Natgeo July 2013 p. 42)
(Fyi, penulis sampe merinding pas baca itu! Oke, ambil handuk! Ke kamar mandi!)

*Judul dan Isi tidak berhubungan.

Malang, 5 Juli 2013
10.32 a.m
SBMPTN Announcement Countdown: 00 days 06 hours 27 minutes

P.S: Penulis akhirnya tidak lulus SBMPTN 2013. Hehehehe. Jadilah, ikut jalur mandiri.:)

Salam Cogito Ergo Sum!!
N. Alphard Friedrich

Jumat, 09 Agustus 2013

Jurnal Remaja Labil: Saya Ingin Telepon Genggam Baru!

0


                Penulis lagi galo! Iyaps! Galaaoo! Bukan gara-gara gempa tektonik yang episentrumnya di 92km selatan Pacitan kemarin itu, tapi karena penulis lagi dilemma! He’eh! Dilemma besar [hmm… jadi inget salah satu lagunya Peterpan]….
                Udah tahun ajaran baru!! Tapi, yang dipegang penulis hape Keross mulu -_-
                Temen – temen penulis udah pada ganti semua! Ada yang Semsang ato Experia…. Blekberi ato Noaki…. Dari Symbian hingga Android, dari Android sampai Leopard. Penulis udah berbulan-bulan minta kucuran dana APBD dari BPKK (Badan Pengurus Keuangan Keluarga), tapi tak turun jua hingga minggu lalu. Namun, ketika itu, tiba-tiba…. A revelation came to my mind.
Mari kita merenung. J
Oh, ya, sebelumnya…. Semua isi yang di sini, boleh Anda terima atau buang. Jika, berkenan, marilah kita bersama saling berdiskusi tanpa menyalahkan orang lain. Let’s go!
Salah satu cara agar bisa menjadi dewasa adalah dengan penuh pertimbangan…. Menjadi pribadi yang tidak grusah-grusuh dan menimbang sesuatu didasarkan pada rasionalitas, tidak hanya berdasar karena alasan childish, yakni: gaya! Untuk kasus kali ini, penulis memilih telepon genggam, karena penulis, yaa…. Sedang ingin ganti telepon genggam. u,u
Saya juga pernah childish, dan, kini, saya belajar menjadi orang yang tidak boros [karena pernah ngerusakin blekberi harga tiga juta ke atas sampek gak selamet].
Penulis memang menginginkan telepon genggam. Pengen banget! Karena handphone yang sekarang suka hang sendiri, terus SMS yang keluar-masuk suka ilang sendiri. Bener-bener hape seenaknya sendiri! Saya manusia, saya manusia yang labil lebih tepatnya, jadi saya juga pengen punya hape yang canggih seperti yang lainnya. Tapi, setelah dipikir-pikir, itu tidak perlu.
Jeng jeng!! Revelasi datang!
Berikut petikan-petikan revelasi yang saya dapatkan :

Hape Bagus, e.g: smartphone
(+):
·         “Gaya doong, temen2 gua begitu. msa' gua kgak?” -,.-
Ini adalah alasan yang disadari atau tidak, adalah alasan umum remaja saat ini membeli hape. Hayo, ngaku ya mas, mbak….
Melihat kawan yang lainnya seperti itu, secara naluriah (kayaknya), pikiran kita juga bakal kepengaruh dan ingin yang seperti itu juga. Conformity and sense of belonging, in sociology.
·         Ada powerbank, klo pas promo, dapet gratis.
Mayoritas smartphone, memiliki baterai yang cukup tidak tahan banting dan ini adalah solusi dari batrei tersebut.
·         Travel charger, bisa buat ngecharge pake accu.
·         Aplikasinya kecekece.
Udah jelas banget bukan?
·         Membuat hidup serasa lebih mudah.
GPS, siap! Appstore, siap! Email, siap! Blogging di tempat, siap! Alamat toilet terdekat, siap!
·         Suara jernih
·         Keypad ato touchpadnya aluus dan mulus, presisi tinggi.
·         Smartphone bagus dan bisa 'bergaul' perlu > 3jt rupiah setidaknya (fair laah~)
·         Di jejaring soal ada tulisan via-via-nya...
Via Android. Via iPhone. Via Blackberry. Via Pojok Kamar. Via Pinjem BB Temen. *eh?
·         Kalo punya foursquare, tempat-tempat yang kita kunjungi bisa nambah-nambah badge kita tuh..
·         Melebihi fungsi dasar hape masa kini yang MIT (messaging, internet-ing, telephoning)
·         Sumpah, gak bikin minder.
·         Soundnya bisa dung-dung…. Ada bebunyian basnya. Gak cempreng kayak hape biasa -_-
·         Camera-nya bagus, bisa buat mengabadikan momen bersama. Wi-fi-nya juga!
·         Kian eksis di dunia nyata dan maya.
Di dunia nyata: serasa naik kasta gitu bro kalo hapenya gak ordinary.
Di dunia maya: follower twitter naiknya cepet klo pake Twitter / UberSocial for Blackberry. Dan, kita bisa apdet twit atau status dimanapun dan kapanpun, kan? Eksis deeh!

(-):
·         Mahal.
Ini poin penting!
·         Biasanya, BISA BELI, GAK BISA PELIHARA.
Penulis pernah ngerasain gimana rasanya punya Sony Ericsson keluaran terbaru, dulu zamannya Cybershot. Pernah merasakan betapa bikin stressnya punya Blackberry keluaran terbaru terus kena tagihan 200.000-400.000 rupiah, dulu saya memakai kartu pascabayar. Pernah juga merasakan suka dukanya punya Samsung Galaxy Y yang harganya gak mahal, tapi udah Android lah! Hehe.
Saya akui, buat beli, semuanya bisa! Tapi, peliharanya? Sanggup paketan bulanan yang full version? Sanggup BBM-nya tiap hari on? Sanggup on We Chat, KakaoTalk, WhatsApp, dan kawanannya?
Kalo gak kaya banget, sulit gitu itu dijalanin. Dulu, buat paketan yang full sebulan, penulis harus nabung dulu bro!
·         Kemana-mana jadi khawatir, siksaan batin, okay?
Ntar gimana klo ilaang diambil oraang??
Gimana kalo jatuh?
Gimana kalo layarnya lecet-lecet?
Gimana klo catnya luntur?
Dan gimana gimana lainnya.
·         Perlu biaya lebih buat beli accessories-nya.
Sebut saja: leather case, screen guard, memory card, powerbank (klo pas lagi gak promo), upgrade software, dan service-nya yang jauh dan butuh biaya (lagi).
Dulu pernah pas zaman penulis lagi pacaran sama blekberi, di kota penulis masih belum ada authorized dealer BB. Jadinya, pas si BB lagi rewel, jadilah kakak saya yang jauh-jauh ke ibukota provinsi buat nyervis tuh hape sial. Walaupun akhirnya, software-nya diupgrade jadi setingkat BB generasi trbaru kala itu.
·         Di hari-hari biasa, smartphone itu batreinya gak setahan banting handphone MIT atau MT saja. (kcuali klo experia mgkin ya? Kan di promonya ada tuh)

Hape biasa – biasa saja,
(+):
·         Tidak menyebabkan tekanan batin.
·         Mencakup fungsi fundamental hape, Messaging and Telephoning, dan layarnya sudah berwarna.
Bukan lagi handphone yang gedenya segede ulekan sambel dan warna monitornya Cuma biru-item atau kuning-item u,u
·         Pengeluaran pulsa terkontrol.
Kita kan udah gede, apa gak malu masih ngemis-ngemis uang pulsa ke ibuk? “Mamaa, minta pulsa.” -_-
Dengan ini, tidak susah bagi kita untuk menyisihkan sebagian kecil uang saku kuliah kita buat pulsa.

(-):
  • ·         Kurang canggih.
  • ·         Sangat  biasa-biasa saja.
  • ·         Hidup seakan-akan gitu-gitu aja…. 
    • Gabisa publish ke blog kesayangan lewat hape, gabisa main Line.

                Postingannya gak seimbang ya antara efek negative dan positifnya?? Gak papa! Memang penulis ingin para pembaca menggali sendiri. Menimbang-nimbang sendiri. Jika memang orang tua Anda tidak terlalu kaya dan tidak ingin menghamburkan uang, ya sudahlah, pakai saja telepon genggam yang biasa-biasa saja. Dengan atau tanpa hape canggih, anda tetap hidup! Kasta anda tiada akan berubah! Anda masih jadi diri anda! Dan, Anda tidak perlu merasa rendah diri! Jangan merasa kudet! Apa salahnya gak punya akun chat atau BBM? -_-

                Berpikir dengan matang sebelum bertindak!
                Jika ingin membeli smartphone, pikirkan: apa yang akan anda lakukan setelah memilikinya? Mungkinkah seluruh aplikasi dalam smartphone itu akan anda manfaatkan seluruhnya? Jika jawabannya jelas dan jawaban pertanyaan ke-dua adalah IYA, berangkatlah ke konter hape dan belilah smartphone! Jadi orang jangan memikirkan buat bisa jadi kayak yang lainnya, jangan mainstream. Punyalah pendirian dan pikirkan segala sesuatunya dengan logika. Utamakan efisiensi. Jangan jadi seperti saya yang childish kala itu. -_-
                Saya pribadi, sudah diberi kucuran dana yang akan saya gunakan untuk membeli itu. Setelah saya hitung secara kasar, jumlah uang itu cukup buat beli hape nokia yang keypadnya empuk tak berkamera namun berfungsi dasar, Chemistry-nya Raymond Chang, Calculus I-nya Thomas Finney, dan untuk registrasi Speedy. Uang itu sudah sangat cukup.
Dan, saya bisa menjawab dengan yakin, lebih baik punya hape jelek tapi punya speedy di rumah, daripada hape bagus tapi rumpik paketan dan gaada koneksi internet di PC.
Lebih baik saya punya hape jelek namun buku diktat kuliah saya lengkap, daripada hape bagus tapi buat bayar kuliah aja masih seret.
                Jadi, bagaimana keputusan Anda??
                Anda belum bisa cari uang sendiri, sekaya apapun orang tua Anda, kita tetap tidak boleh membuang-buang uang orang tua kita.
                Waduh, tapi bagaimana jika orang tua kita yang menawarinya kita untuk itu? :)

*diilhami dari kisah penulis yang pernah jadi pemboros, tenaang.. sekarang udah sadar kok. Amin!


Kata Mas saya   : “Carilah istri yang tidak boros.”
Kata Saya          : “Carilah suami yang tidak pelit.”
*Jadi mirip kutipannya Tere Liye, kan?
*eh?


Salam Cogito Ergo Sum!
N. Alphard Friedrich